ristiistie

be Happy, be Carefull, to be LOVE

Laporan Workshop

A. latar Belakang

Matematika adalah ilmu abstrak seringkali siswa berfikir konkrit , dimana dalam pengembangan konsep matematika menggunakan benda – benda konkrit. Oleh karena itu guru harus proaktif, kreatif dalam merancang pembelajaran yang sesuai karakteristik ilmu dan siswa agar berdampak positif terhadap pemahaman konsep matematika. Oleh karena itu  yang ditawarkan adalah membuat alat peraga untuk memudahkan siswa memahami konsep abstrak matematika menjadi konkrit.

Pada alat peraga pembelajaran (APP) terdapat unsur perencanaan, pembuatan secara mendalam yang mempertimbangkan karakterisitik anak dan mengaitkannya pada pengembangan berbagai aspek perkembangan anak yaitu bahasa, kognitif, fisik motorik, dan seni.

B.    Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan dapat dirumuskan:
1.      Bagaimana cara menggunakan alat peraga The Magic Box of Logical Math untuk memecahkan masalah matematika?
2.      Bagamaimana cara pembuatan alat peraga The Magic Box of Logical Math?
C.    Tujuan Pembuatan Alat
Pembuatan alat ini bertujuan untuk:
1.      Meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep matematika pada materi logika matematika melalui alat peraga The Magic Box of Logical Math
2.      Mendiskripsikan alat peraga dalam memecahkan masalah matematika
3.      Mempermudah pembelajaran matematika melalui alat peraga
D.    Manfaat
1.    Teoritis
Secara teoritis, alat peraga  ini diharapkan dapat memberikan sumbangan kepada pembelajaran matematika utamanya pada peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika. Selain itu alat ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada strategi pembelajaran di sekolah serta mampu mengoptimalkan aktivitas dan hasil belajar siswa
2.    Praktis
a.    Memberikan alternatif bahwa untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dapat ditempuh dengan menggunakan alat peraga.
b.    Memberikan informasi kepada guru atau peneliti selanjutnya, bahwa aktivitas siswa diarahkan dan dikembangkan untuk mendukung proses pembelajaran dan hasil belajar siswa.

Selengkapnya

Leave a comment »

SSN dan SBI

Pengertian SKM/SSN
a.    Sekolah Kategori Mandiri (SKM)/Sekolah Standar Nasional (SSN) adalah sekolah yang hampir atau sudah memenuhi standar nasional pendidikan.
b.    Standar Nasional Pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pengertian SBI
SBI adalah sekolah nasional yang menyiapkan peserta didik berbasis Standar Nasional Pendidikan (SNP) Indonesia berkualitas Internasional dan lulusannya berdaya saing Internasional.
Karakteristik SBI
a.    Menerapkan KTSP yang dikembangkan dari standart isi, standart kompetensi kelulusan dan kompetensi dasar yang diperkaya dengan muatan Internasional.
b.    Menerapkan proses pembelajaran dalam Bahasa Inggris, minimal untuk mata pelajaran MIPA dan Bahasa Inggris.
c.    Mengadopsi buku teks yang dipakai SBI (negara maju).
d.    Menerapkan standar kelulusan yang lebih tinggi dari standar kompetensi lulusan (SKL) yang ada di dalam Standar Nasional Pendidikan (SNP).
e.    Pendidik dan tenaga kependidikan memenuhi standart kompetensi yang ditentukan dalam Standar Nasional Pendidikan (SNP).
f.    Sarana/prasarana memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP).
g.    Penilaian memenuhi standar nasional dan Internasional.

Lihat disini

Leave a comment »

Kurikulum di Indonesia

Kurikulum 1994

Secara umum tujuan diterapkannya kurikulum 1994 adalah meningkatkan mutu pendidikan melalui siswa mampu menguasai materi yang diberikan, bahan ajar berdasarkan TIU (Tujuan Institusional Umum) dan TIK (Tujuan Institusional Khusus) dan menyiapkan siswa melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.

Kurikulum 2004

1.    Meningkatkan efisisensi dan efektifitas pembelajaran di sekolah, baik waktu, dana, fasilitas, maupun tenaga guna mencapai tujuan secara optimal
2.    Memberikan berbagai macam petunjuk dan gambaran kaitan bidang keilmuan yang sedang dipelajari dan berbagai bidang keilmuan lainnya.
3.    Menjadikan siswa itu aktif dalam belajar dan mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya.
4.    Mengembangkan indikator untuk setiap kompetensi serta kriteria pencapaiannya

Kurikulum 2006

Tujuan Umum
1.    Untuk memandirikan dan memberdayakan satuan pendidikan melalui pemberian kewenangan (otonomi) kepada lembaga pendidikan
2.    Mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara patisipatif dalam pengembangan kurikulum.
Tujuan Khusus
1.    Meningkatakn mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengembangkan kurikulum, mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia.
2.    Meningkatakn kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum melalui pengambilan keputusan bersama.
3.    Meningkatkan kompetisi yang sehat antar satuan pendidikan tentang kualitas pendidikan yang akan dicapai.

Kurikulum Berbasis Karakter

Pendidikan karakter bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan di sekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu, dan seimbang, sesuai standar kompetensi lulusan.

Selengkapnya…

Leave a comment »

Penelitian Tindakan Kelas

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA LUAS DAN KELILING
BANGUN DATAR
(PTK Pembelajran Matematika di Kelas V SD Negeri 2 Jambukidul, Ceper, Klaten
Tahun Ajaran 2010/2011)

Proposal:

Cover

Isi

Leave a comment »

Hader

Foto gif

Leave a comment »

Problem Based Learning

Pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning), selanjutnya disingkat PBL, merupakan salah satu model pembelajaran inovatif yang dapat memberikan kondisi belajar aktif kepada siswa. PBL adalah suatu model pembelajaran yang melibatkan siswa untuk memecahkan suatu masalah melalui tahap-tahap metode ilmiah sehingga siswa dapat mempelajari pengetahuan yang berhubungan dengan masalah tersebut dan sekaligus memiliki ketrampilan untuk memecahkan masalah (Ward, 2002; Stepien, dkk.,1993). Lebih lanjut Boud dan felleti, (1997), Fogarty(1997) menyatakan bahwa PBL adalah suatu pendekatan pembelajaran dengan membuat konfrontasi kepada pebelajar (siswa/mahasiswa) dengan masalah-masalah praktis, berbentuk ill-structured, atau open ended melalui stimulus dalam belajar.
PBL memiliki karakteristik-karakteristik sebagai berikut:
1.    belajar dimulai dengan suatu masalah,
2.    memastikan bahwa masalah yang diberikan berhubungan dengan dunia nyatasiswa/mahasiswa,
3.    mengorganisasikan pelajaran diseputar masalah, bukan diseputar disiplin ilmu,
4.    memberikan tanggung jawab yang besar kepada pebelajar dalam membentuk danmenjalankan secara langsung proses belajar mereka sendiri,
5.    menggunakan kelompok kecil,
6.    menuntut pebelajar untuk mendemontrasikan apa yang telah mereka pelajari dalam bentuk suatu produk atau kinerja.

Selengkapnya Klik

Leave a comment »

Kelebihan dan Kekurangan web

Sesuai dengan Tugas II Media Pembelajaran Matematika

berikut ini pemaparan tentang kelebihan dan kekurangan web

Lihat

Leave a comment »

Demokrasi dan Civil Society

Pengertian Demokrasi

Secara etimologis, demokrasi berasal  dari bahasa Yunani, yaitu demos yang berarti rakyat atau penduduk dan cratein yang berarti kekuasaan atau kedaulatan. Dengan demikian, secara bahasa demokrasi adalah keadaan negara di mana kedaulatan atau kekuasaan tertingginya berada di tangan rakyat.
Salah satu pilar demokrasi adalah prinsip trias political yang membagi ketiga kekuasaan politik negara (eksekutif, yudikatif dan legislatif) untuk diwujudkan dalam tiga jenis lembaga negara yang saling lepas (independen) dan berada dalam peringkat yg sejajar satu sama lain. Kesejajaran dan independensi ketiga jenis lembaga negara ini diperlukan agar ketiga lembaga negara ini bisa saling mengawasi dan saling mengontrol berdasarkan prinsip checks and balance.

Selengkapnya…

download

Leave a comment »

Pencerminan “Geometri Transformasi”

Materi Geometri Transformasi

PENCERMINAN

Leave a comment »

Pengaruh lingkungan pergaulan

Kepribadian adalah keseluruhan cara di mana seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain. Kepribadian paling sering dideskripsikan dalam istilah sifat yang bisa diukur yang ditunjukkan oleh seseorang.
Faktor – faktor kepribadian : Faktor keturunan dan Faktor lingkungan. Faktor Keturunan merujuk pada faktor genetis seorang individu. Tinggi fisik, bentuk wajah, gender, temperamen, komposisi otot dan refleks, tingkat energi dan irama biologis adalah karakteristik yang pada umumnya dianggap, entah sepenuhnya atau secara substansial, dipengaruhi oleh siapa orang tua dari individu tersebut, yaitu komposisi biologis, psikologis, dan psikologis bawaan dari individu. Terdapat tiga dasar penelitian yang berbeda yang memberikan sejumlah kredibilitas terhadap argumen bahwa faktor keturunan memiliki peran penting dalam menentukan kepribadian seseorang. Dasar pertama berfokus pada penyokong genetis dari perilaku dan temperamen anak-anak.
Faktor Lingkungan. Faktor lain yang memberi pengaruh cukup besar terhadap pembentukan karakter adalah lingkungan di mana seseorang tumbuh dan dibesarkan : norma dalam keluarga, teman, dan kelompok sosial. Dan pengaruh-pengaruh lain yang seorang manusia dapat alami. Faktor lingkungan ini memiliki peran dalam membentuk kepribadian seseorang.

Selengkapnya dapat dilihat di sini dan di sini

Leave a comment »